
Rumahtiga – Jemaat GPM Rumahtiga bersukacita dalam kebaktian pagi perayaan Paskah Kristus (31|3|2024). Kebaktian yang berlangsung di Pelataran Gedung Gereja Fajar Hidup itu berlangsung meriah yang dihadiri jemaat setelah mengikuti kebaktian persiapan paskah di tiap sektor dan sejumlah agenda yang berlangsung sejak bebarapa hari sebelumnya.

Pdt Ny. Leny Bakarbessy dalam khotbahnya di kebaktian itu mengingatkan jemaat untuk menjauhi hal – hal yang memicu keserakahan sebagai pemecah persatuan umat. “Jika Yesus tidak bangkit, maka ada 2 hal yang sia – sia. Beriman kepada Yesus itu sia – sia, dan pemberitaan kepada Yesus pun sia -sia. Jika dua hal ini tidak dijalankan oleh manusia, maka saya tidak tahu dunia ini akan jadi apa. Jika Yesus tidak bangkit, maka kepercayaan kepada Yesus hanyalah kekosongan, dan pemberitaan tentang Yesus hanya berdasrkan fiksi, dan hanya berupa ide dan gagasan yang kosong. Di sini sebetulnya Paulus mau mengatakan kepada kita perbedaan iman Kristen dengan yang lainnya. Inilah keunikan dalam iman percaya kepada Yesus dan kita sangat beruntung. Kita tak hanya beruntung tapi juga memperoleh keselamatan jika percaya dan beriman kepadanya. Sebab apa yang telah dikerjakan dengan kematian dan kebangkitanNya, tidak hanya membuat kita bangga dan besukacita. Apa yang dikerjakan Kristus, telah mentransformasi hidup kita menjadi lebih berkualitas; Allah telah membawa kita jauh lebih berdaya guna sebagai saksi – saksinya yang semakin efektif untuk memberitakan tentang kebangkitan itu. Injil Matius 28 : 11 – 15 mengisahkan sebuah fakta yang sangat miris, Ketika kebangkitan Yesus didengar oleh mereka yang berjubah Rohani dan sangart spiritualis, maka mereka mengadakan pemufakatan tentang kisah pencurian, bahkn mereka rela melakukan penyogokan untuk mendukung rekayasa kisah pencurian jenazah itu, bahkan mereka pun memberikan jaminan untuk bertanggung jawab jika gubernur di daerah itu mendengar rekayasa itu. Penulis injil Matius, telah memperlihatkan sikap para imam kepala dan tua – tua bangsa Yahudi yang telah menujukan sikap etis yang buruk karena telibat dalam rekayasa ketidak adilan dan pembohongan public. Mengapa sikap mereka seperti itu? Tema kita menunjukan hal itu KESERAKAHAN.”

Babakrbessy juga mengajak jemaat untuk menekan ego diri yang akan berujung pada keserakahan. Kehidupan dewasa ini memiliki banyak tantangan yang memaksa jemaat harus berusaha keras bahkan menggunakan langkah – langkah yang tidak benar dalam mempertahankan hidup. Ego dan cinta uang adalah maslah besar yang akan memicu berbagai persoalan hidup. Dirinya juga mengingatkan jemaat untuk mempertahankan jiwa ugahari sebagai karakter hidup kristiani yang mampu menekan keserakahan. “Daya konsuntif harus mampu dikendalikan, hidup ini semakin penuh tantangan karena itu . Keserakahan dan praktek KKN adalah wujud kurang percaya kepada Tuhan yang bangkit. Kita yang meyakini kebangkitan Kristus harus mampu menjadi saksi – saksinya yang mau berjuang bersama dan mensyukuri hidup apapun keadaannya dan menjauhi kecenderungan menjadi budak uang. Mari kita berjuang bersama mengalahkan keserakahan” – tutup nya.