Kilas Sejarah Kekristenan di Rumahtiga

ROSKOTData ini adalah usaha awal untuk menyusun secara lengkap Sejarah Kekristenan di Rumahtiga.. Pada tahun 1523, Portugis diusir oleh Jamilu Hitu, dan mereka diantar oleh orang-orang Hukunalo keluar dari Hitu. Mereka melintasi daerah pegunungan dan turun ke daerah Hative, lalu Portugis mulai membangun kekuatan baru di sana, sebelum menyeberang ke Leitimor Ialu membangun benteng di sana [benteng New Victoria].
Mengacu dari kontak orang-orang Hukunalo dengan Portugis itu pertanda bahwa orang Hukunalo sudah mengalami kontak awal dengan Katolik dalam masa-masa itu. Apalagi Hative menjadi jemaat Katolik pertama di Ambon. Dari sifat pengorganisasian jemaat Katolik, berarti bahwa orang-
orang Hukunalo juga sudah menjadi Katolik dan semuanya terhimpun dalam satu jemaat yang berpusat di Hative.
Jejak Katolik itu masih harus ditelusuri sampai dengan terbentuknya jemaat Protestan di Rumahtiga pada saat datangnya Zending dari Belanda bersamaan dengan pemerintahan Kolonial Belanda di Maluku. Jejak ke arah itu dapat ditelusuri nanti dari adanya kesaksian bahwa orang Kristen [Protestan] pertama di Rumahtiga bernama Latu Utu.
Beberapa jejak Protestan yang, bisa ditelusuri adalah melalui Pdt. B.N.J. Roskott yang bertugas membantui Joseph Kam untuk mengelola Sekolah di Batu Merah. Roskott kemudian pindah dan menetap di Rumahtiga. Dalarn masa itu pun ada Penginjil J. Luwjke, yang salah seorang anaknya menikah dengan Roskott.

Pada masa selanjutnya didirikan sebuah bangunan gereja di Rumahtiga, Peletakan Batu pertama pada 22 April 1821. diperkirakan ditahbiskan pada 29 November 1928

 (ditulis oleh: Pdt. Elifas T. Maspaitella)

Be Sociable, Share!