Pergilah dan Jadilah Pemimpin (Keluaran 3:1-10)

Belajar dari spiritualitas Musa dalam Keluaran 3:1-10, khusus sebagai pemuda gereja (AMGPM), berarti belajar untuk yakin bahwa kita telah diutus Tuhan untuk menjadi pemimpin. Karena itu, pertama-tama kita harus menjaga kekudusan diri kita, dengan yakin bahwa pemuda yang kudus adalah pemuda yang dipanggil Tuhan di masa mudanya untuk menjadi saksi bagi Tuhan. Ia harus kedapatan sebagai pemuda yang berperilaku baik, menurut firman dan peduli kepada orang lain.

Pemuda yang baik harus menjaga relasi yang baik dengan Tuhan, dalam arti, melatih diri terus untuk beribadah. Sebab di dalam ibadah itu ia berjumpa dengan firman Tuhan yang memberi kepadanya perintah baru agar ia lakukan dalam hidup setiap hari.

Seorang pemuda pun harus kedapatan giat dalam melakukan tugasnya. Seperti Musa setia dengan tugasnya sebagai gembala. Di dalam melakukan tugas itu ia mengalami perjumpaan khusus dengan Tuhan. Dialognya dengan Tuhan terjadi pada saat ia sedang melakukan tugasnya. Itu yang harus juga menjadi keyakinan diri seorang pemuda gereja. Bahwa kalau ia mau berjumpa dengan Tuhan yang bersabda, ia harus melakukan tugas dan perannya dengan setia. Apakah itu berkuliah, bersekolah, bekerja dan berusaha. Ia tidak boleh tinggal diam dan pasif. Ia mendapat panggilan Tuhan justru kalau ia sedang bekerja atau berusaha. Pemuda yang pasif dan bermasa bodoh tidak akan mengalami dialog-dialog yang khusus dengan Tuhan.

Dialog dengan Tuhan membuat pemuda dapat mengatasi krisis dalam dirinya. Musa mengalami krisis diri ketika dipanggil oleh Tuhan. Namun krisis diri itu bisa diatasi ketika kita yakin bahwa yang memanggil kita adalah Tuhan dan meyakini bahwa Ia Mahakuasa. Kemahakuasaan Tuhan harus menjadi andalan setiap pemuda agar ia memiliki rasa percaya diri (self confidence) yang tinggi. Rasa percaya diri bagi seorang pemuda gereja adalah wujud dari iman yang tinggi (quality of faith). Iman menjadi dasar dari seluruh perbuatan dan dasar dari kebenaran sikap dan tindakannya. Iman membimbing pemuda untuk menjadi pribadi yang jujur dan bersih dalam kelakuannya. Dengan demikian di mana pun ia tampil, ia tidak diragukan oleh siapa pun, sebab Tuhan menjadi andalannya.

Dalam realitas kepemudaan atau pemuda gereja dewasa ini, kita dituntut untuk mendorong pemuda agar lebih dinamis dalam mengerjakan tugasnya. Ini bukan hanya karena kita sudah masuk dalam era kompetisi yang hebat, melainkan karena gereja memerlukan orang muda yang dinamis dalam menjalankan tugas kesaksian dan pelayanan kepada seisi dunia.

Pemuda gereja adalah orang-orang yang terpilih. Karena itu ia tidak bisa bermasa bodoh, dan memuaskan diri dengan melakukan hal-hal yang mendatangkan kesenangan sesaat. Sudah bukan zamannya kita mengejar kepuasan diri atas dasar emosi dan hawa nafsu. Sebaliknya ini saatnya kita menjadikan diri kita sebagai pribadi yang dapat diandalkan oleh orang banyak, pribadi yang bisa membawa kebahagiaan bagi banyak orang.

Belajar dari Musa adalah belajar mengatasi rasa kurang percaya diri dengan lebih tekun mendengar Tuhan yang bersabda. Karena itu lingkungan pergaulan orang muda harus dikreasikan menjadi lingkungan di mana pembinaan spiritualitas pemuda dikembangkan, ilmu pengetahuan dibagi, keterampilan diasah, dan segala kesadaran diri dibentuk untuk menjadi pemuda yang bertanggungjawab.

Setiap pemuda telah dipanggil untuk menjadi pempimpin bagi banyak orang. Sebab itu masa muda harus diisi dengan segala sesuatu yang memberi faedah bagi diri dan juga bagi orang banyak. Jangan berpuas diri dengan keadaan kemudaan kita tanpa melakukan hal-hal yang positif. Sebab jika kita belajar melakukan satu perbuatan positif, sekecil apa pun perbuatan itu, kita terlatih untuk mengembangkannya menjadi rangkaian perbuatan positif. Suatu waktu kita akan menarik gerbong perbuatan baik yang layak ditumpangi oleh semua orang.

Jika keadaan itu terjadi, di manakah kita sebagai pemuda? Kita telah ada di gerbong paling depan sebagai pemandunya. Pada kita semua orang mempercayakan harapan hidupnya. Di situlah Tuhan tentu akan terus berdialog dengan kita agar kita mengatasi krisis percaya diri menjadi basis untuk percaya kepada Tuhan dengan segenap hati.

Jadilah pemuda yang selalu siap menjawab panggilan Tuhan dalam setiap keadaan. Amin!

Be Sociable, Share!