Juli 2015 – Roma 1 : 16 – 17

Roma 1 : 16 – 17

Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Pdt.A KESAULYA Tony Kesaulya : Ayat ini mengingatkan kita untuk tugas mengkaderisasi iman. Tentang bagaimana iman bisa tersampaikan dan dapat melahirkan iman. Bicara masa depan, kita harus melihat pemuda sebagai kader iman masa depan. Pemuda perlu mendapatkan perhatian gereja dalam pembentukan karakter agar siap menghadapi perkembangan zaman, siap bertarung untuk mengkaderkan iman.

Roby Oszaer : Ada empat perspektif mendasar dari ayat ini:

  1. Injil adalah kabar baik yang UniversalR OSZAER
  2. Injil menjelaskan terjalinnya kembali relasi Allah dan manusia
  3. Injil harus diresponi; dari iman kepada iman
  4. Iman menghasilkan quality of life

Rasul Paulus ingin kita memahami empat perspektif ini. Target akhir dari beriman adalah hidup yang berkualitas. Hal ini diindikasikan dari hidup sejahtera dengan hati yang bahagia dan bersyukur, bukan dengan kekayaan.

Butje Tahapary : “Yakin” harus lebih tinggi dari sekedar “percaya”. “Yakin” menentukan pilihan hidup. Dari ayat ini kita mau disadarkan; jangan menyesal tentang kekuarangan gereja atau menyalbUTJE TUTUPARYahkan gereja atas segala kelemahan. “Ingatlah bahwa kita adalah gereja”. Oleh karena itu, kembalikan semua untuk kita. Kita tidak dapat melakukan segala hal sekaligus, kerjakanlah sedikit demi sedikit dan puas-lah dengan apa yang didapat sekalipun itu hanya sedikit. Kita harus menjadi alat bagi Tuhan, jangan bertanya bagaimana Allah dapat berguna bagi hidup saya, tapi tanyakan bagaimana saya berguna bagi Allah. Bekerjalah bagi Tuhan dengan ucapan syukur sambil tetap percaya semua pekerjaan bagi Tuhan akan berbuah.

Pieter Sangadji : Percayalah bahwaTuhan mendengarkan tiap doa dan pergumulan. TuPIET SANGADJIhan kadang menjawab doa kita dengan cara yang tidak kita sangka. Selamilah seluruh karya Tuhan dalam hidup kita maka kita akan membuktikan Tuhan selalu menjawab kita. Tantangan hidup di zaman ini memang besar tapi berimanlah, kerjakanlah tugas pelayanan. Kerinduan kita untuk membuat perubahan bagi orang lain memang besar, namun Roh kuduslah yang mampu melakukannya. Oleh sebab itu, sebagai alat Tuhan; bekerjalah dengan iman dan minta Roh kudus yang berkarya.

Agus KaA_KASTANYAstanya : Tuhan inginkan kita beriman terlebih dahulu barulah kita bisa mengimankan orang lain. Sebelum kita teguh berdiri dalam iman maka proses mengimankan orang lain tidak akan berjalan. Jangan kita hidup tidak puas dengan apa yang didapat. Lihatlah apa yang telah Tuhan buat dalam hidup dan persekutuan kita. Kita harus tetap bersyukur dan yakin dengan pertumbuhan iman yang Tuhan buat.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *