“Diletakan : Batu Alas Dusun Kasih”

batu 1

Batu Alas Pertama Gedung Gereja Dusun Kasih diletakan Pdt. W. B. Pariama, S.Th – Wakil Ketua I MPH Sinode GPM (6/5/2018)

 Passo – Hujan mengguyur kota Ambon sejak pagi, tapi itu tak menghentikan semangat Jemaat untuk menggumuli ritual penting di hari itu. Beberapa saat menjelang prosesinya, cuaca mulai bersahabat dan dan jemaat mulai berdatangan di lokasi ibadah. Tiga buah tenda besar yang disiapkan panitia akhirnya dipenuhi jemaat yang datang dalam semangat dan sukacita. Tampak para Majelis Jemaat bersiap di dalam barisan pelayan liturgis. Beberapa dari mereka dikhususkan untuk membawa nampan berisi beberapa bongkah batu. Lonceng berbunyi 3 kali, membuka langkah barisan pelayan yang berjalan di tengah – tengah jemaat yang berdiri menuju meja altar sambil membawa batu – batu itu; suasana menjadi khusuh. Jemaat GPM Rumahtiga akhirnya meletakan batu alas pembangunan Gedung Gereja Dusun Kasih (6/5/2018), di depan lokasi lama gedung gereja penuh sejarah itu (Tepi Kawasan Lindung Hutan bakau Negeri Passo).

Gereja yang dibangun berdampingan dengan kawasan lindung hutan mangrove ini adalah wujud pesan persekutuan gereja dengan alam. Hal ini adalah bentuk panggilan gereja untuk terus mengadvokasi lingkungan sebagai bagian dari hidup gereja. Jemaat GPM Rumahtiga sadar akan panggilan itu sehingga dalam struktur panitia pembanguan Gereja Dusun Kasih dibentuk pula seksi “kalesang mangrove” yang bertugas khusus untuk melestarikan dan merencanakan kawasan lindung hutan mangrove di sekitar Gedung Gereja,  ujar Pieter Pattiwaelapia – Ketua Panitia Pembangunan Gereja dalam sambutannya.

“Inga – inga hati”, menjadi pesan pamungkas dalam Khotbah Pdt. E.T. Maspaitella, MSi dalam ibadah itu. “Inga hati (Sadar diri) ” untuk bertanggung jawab, “inga hati” untuk menjaga kekudusan dan “inga hati” untuk datang pada Tuhan. Hal senada juga disampaikan Pdt. W. B. Pariama, S.Th – Wakil Ketua I Sinode GPM dalam sambutannya; “Proses peletakan batu pertama adalah moment yang selalu indah tapi biasanya kontradiksi selalu muncul di tengah pelaksanaan pembangunan. Hal ini terjadi karena iblis selalu berupaya mengacaukan kita. Karena itu, Jemaat diharapkan  selalu kuat iman dan bertanggung jawab dengan apa yang telah diletakan. Gedung gereja selalu melekat dengan tanggung jawab pembinaan umat, gereja ini juga bertanggung jawab mengadvokasi lingkungan maka lakukanlah itu untuk kemuliaan Tuhan”. Dirinya juga meyakinkan bahwa MPH Sinode GPM akan selalu mendukung pembangunan gedung gereja di seluruh Jemaat GPM termasuk di Rumahtiga.

Usai Khotbah yang menguatkan itu, batu alas pembangunan gedung gereja diantarkan menuju lubang peletakannya. Dengan memohon Kasih karunia Allah, Pdt. W. B. Pariama, S.Th menerima batu pertama dari Pdt. G. M. Likumahwa, S.Sos Ketua Majelis Jemaat GPM Rumahtiga dan meletakan batu itu sebagai dasar pembangunan. Batu selanjutnya diletakan oleh beberapa orang undangan sebagai bentuk sinergitas pemerintah dan gereja dalam membangun umat.

“Pemerintah kota Ambon akan terus mendukung pembangunan gedung gereja Dusun Kasih”; kata P. K.D. Ohnam – Kepala Inspektorat Kota Ambon dalam sambutannya mewakili Walikota Ambon. Dirinya berharap pembangunan gedung gereja ini akan terlaksana dengan baik sebagai wujud persekutuan umat karena pembangunan ini seirama dengan tujuan pemerintah kota Ambon untuk membangun Ambpn yang sejahtera, harmonis dan religious. Senada dengan itu, Staf ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan – Ronny S. W. Tairas, S.E dalam sambutannya mewakili PLT Gubernur mengatakan : “Peletakan batu alas ini menunjukan umat telah bersatu tekad untuk bertolong – tolong  membangun Rumah Tuhan hingga selesai. Rumahtiga adalah jemaat yang matang dan punya potensi besar sebagai anugerah Tuhan. Hendaklah itu dipergunakan untuk kemuliaan-Nya, percayalah Tuhan tak akan pernah meninggalkan umatNya”.

Watch this video on YouTube or on Easy Youtube.

(GP)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *